Jangan kebanyakan makan cokelat, nanti giginya rusak, ato jangan kebanyakan makan cokelat ntar endut. Itu merupakan kalimat-kalimat yang biasa kita dengar apabila kita terlalu banyak makan cokelat.
Padahal ternyata cokelat mempunyai manfaat bagi kesehatan tubuh kita seperti:
Cokelat mengandung flavanols, sejenis
flavanoid yang berfungsi sebagai anti oksidan dan membantu menangkal
radikal bebas di dalam tubuh.
2. Menurunkan Tekanan Darah
Dark chocolate dari beberapa hasil penelitian mampu menurunkan tekanan darah pada orang yang mempunyai tekanan darah tinggi.
Makan coklat hitam secara teratur telah terbukti dapat menurunkan kolesterol LDL sebanyak 10 persen.
4. Anti Depresi Alami
Cokelat mengandung serotonin, anti-depresan alami. Cokelat juga
merangsang produksi endorphin, yang menciptakan perasaan bahagia dan
senang. Bahkan, dari salah satu penelitian menemukan bahwa cokelat yang
meleleh di dalam mulut
akan menghasilkan perasaan menyenangkan yang jauh lebih lama dari pada
berciuman penuh gairah. Hal ini mungkin menjelaskan mengapa banyak orang
akan memakan cokelat ketika mereka sedang tertekan.
5. Pelawan Kanker
Beberapa penelitian telah menemukan cokelat menjadi salah satu makanan terbaik melawan kanker bersama dengan makanan seperti anggur merah, blueberry, bawang putih, dan teh. Dua cara bagaimana cokelat bekerja untuk melawan kanker, yang pertama adalah dengan menghambat pembelahan sel dan yang kedua adalah mengurangi peradangan.
6. Mencegah Kerusakan Gigi
Penelitian telah menemukan bahwa theobromine dalam cokelat mampu mencegah kerusakan gigi dengan menghilangkan streptokokus mutans, bakteri yang ditemukan di rongga mulut yang memberikan kontribusi terhadap kerusakan gigi.
7. Memperpanjang Umur dan Mengurangi Penyakit
Hasil penelitian di Belanda yang diikuti 200 pria di atas 20 tahun,
menemukan bahwa mereka yang mengkonsumsi sejumlah besar coklat, baik
cokelat susu dan dark chocolate, hidup lebih lama dan telah menurunkan tingkat penyakit keseluruhan daripada pria yang makan cokelat sedikit atau tidak.
Untuk memperkuat hasil penelitian
tersebut, ternyata Jeanne Louise Calment salah satu orang tertua, hidup
sampai usia 122 mempunyai resep panjang umur bahwa dia mengkonsumsi dark
chocolate sebesar 2,5 pon dalam seminggu.
8. Tinggi Magnesium
Tanaman kakao mengandung lebih tinggi magnesium dibandingkan dengan
tanaman lain. Magnesium adalah mineral penting yang membantu dalam
proses regulasi sistem pencernaan, saraf, dan kardiovaskuler. Karena itu
banyak orang yang mengalami kekurangan magnesium, menambahkan dark
chocolate yang kaya akan magnesium untuk dapat meningkatkan kesehatan tubuhnya secara keseluruhan.
9. Pembersih Arteri
Penelitian telah menunjukkan bahwa antioksidan yang dikandung dalam kakao mampu bekerja seperti sapu yang membersihkan plak di dinding arteri.
10. Kesehatan Otak
Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa coklat hitam baik untuk kesehatan otak. Para peneliti di Johns Hopkins University menemukan bahwa cokelat mampu melindungi sel saraf otak dari kerusakan yang lebih lanjut pada saat terjadi serangan stroke.
Dark chocolate juga telah diketahui mampu untuk meningkatkan memori
otak manusia. Para peneliti di Institut Salk California menemukan bahwa
suatu bahan kimia dalam coklat yang disebut epikatekin mampu meningkatkan memori tikus.
Bahaya Cokelat Jika Di Konsumsi Secara Berlebihan
Studi yang dilakukan di Boston dan telah diterbitkan
di jurnal American Heart Association, mengkaji 32 ribu responden wanita
Swedia yang berusia antara 48 dan 83 tahun selama sembilan tahun. Pakar diet
menyatakan mengonsumsi cokelat terlalu sering malah berefek merusak dan tidak
sehat bagi tubuh.
Studi juga mencatat bahwa satu atau dua sajian cokelat, sekitar 19 hingga 30
gram, per pekan dapat mengurangi risiko gagal jantung hingga 30 persen. Angka
itu turun menjadi 26 persen ketika seseorang hanya memakan cokelat satu hingga
tiga kali setiap bulannya.
Namun, mereka yang menyantap cokelat setiap hari malah tak terlihat mengalami
penurunan risiko gangguan jantung sama sekali. Peneliti menyimpulkan efek
pelindung pada cokelat akan berkurang bila menyantap kurang dari atau lebih
dari ukuran optimal, yakni satu atau dua kali sajian dalam sepekan.
Mengapa terlalu banyak cokelat justru berbahaya? Pasalnya cokelat mengandung
kadar gula dan lemak tinggi yang dapat memicu kenaikan bobot seseorang, demikian
menurut para periset. Namun, menurut studi sebelumnya, cokelat juga mengandung
konsentrasi senyawa flavonoid dalam kadar tinggi yang dapat mengurangi tekanan
darah dan melindungi dari serangan jantung,
Para periset mengatakan ini adalah kali pertama efek jangka panjang terhadap
gagal jantung terungkap dalam studi. "Anda tidak dapat mengabaikan bahwa
cokelat merupakan makanan berkalori tinggi dan kebiasaan mengonsumsi dalam
jumlah besar dapat meningkatkan risiko penambahan berat badan," ujar
pemimpin studi sekaligus direktur Unit Riset Epidemiologi Kardiovaskular di
Boston, Murray Mittleman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar