Selasa, 04 Maret 2014
10 Manfaat Cokelat Bagi Kesehatan
4. Anti Depresi Alami
5. Pelawan Kanker
6. Mencegah Kerusakan Gigi
7. Memperpanjang Umur dan Mengurangi Penyakit
8. Tinggi Magnesium
9. Pembersih Arteri
10. Kesehatan Otak
Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi untuk Pakan Ternak Kambing
Cara pembuatan
pakan ternak dari kulit kopi
Bahan-Bahan
:
- kulit kopi adalah 20 kg kulit kopi kering udara
- 1 kg urea
- 14 liter air.
Peralatan
yang digunakan
- timbangan
- gelas ukur
- terpal plastik
- kantong plastik (disesuaikan dengan jumlah bahan)
- ember
- pengaduk
Cara pembuatannya
- Kulit Kopi dihamparkan pada terpal / lembaran plastik berukuran 180 x 200 cm2. Masukkan 14 liter air ke dalam ember, dan masukkan pula 1 kg urea ke dalamnya. Aduk terus sampai semua urea terlarut.
- Siramkan larutan urea ke kulit kopi secara merata, kemudian dibolak-balik sampai seluruh bagian kulit basah oleh larutan tersebut. Masukkan kulit kopi ke dalam plastik kantong (90x 100 cm) secara rangkap, kemudian dipadatkan, dan diikat erat-erat.
- Pastikan tak ada kebocoran pada kantong plastik. Setelah empat minggu, amoniasi kulit kopi sudah dapat dibuka. Amoniasi diangin-anginkan selama 1-2 hari, sampai bau menyengat amoniak hilang. Sekarang, hasil amoniasi bisa digunakan sebagai pakan sapi atau domba.
- Kulit kopi yang telah diamonasi mempunyai kandungan protein 17,88 %, kecernaan 50 % (semula 40 %), VFA 143 mM (semula 102 mM) dan NH3 12,04 mM (semula 4,8 mM).
- Struktur dinding sel kulit kopi juga menjadi lebih amorf dan tidak berdebu, sehingga lebih mudah ditangani. Dalam keadaan tertutup (plastik belum dibuka / dibongkar), bahan pakan yang diamoniasi dapat tahan lama.
- Penggunaan limbah kopi terfermentasi sebanyak 200 gram/ekor/hari (kambing)
Hasil Analisis Proksimat Limbah Kopi
No
|
Perlakuan
|
Komposisi (%)
|
||||
Protein kasar
|
Serat kasar
|
Lemak
|
Kalsium
|
Phosfor
|
||
1
|
Tanpa
fermentasi
|
6,67
|
21,40
|
1,04
|
0,21
|
0,03
|
2
|
Fermentai
dengan Aspergillus niger
|
12,43
|
11,05
|
1,05
|
0,34
|
0,07
|
3
|
Dedak
|
10,06
|
14,68
|
10,45
|
0,01
|
1,16
|
Minggu, 02 Maret 2014
KULIT KAKAO SEBAGAI PAKAN TERNAK
KULIT KAKAO SEBAGAI PAKAN TERNAK
Kulit kakao merupakan limbah pada perkebunan rakyat yang selalu berlimpah dan belum dikelola secara baik. Sebagian petani telah memanfaatkannya sebagai pakan ternak kambing. Seiring semakin meningkatnya usaha pengembangan ternak di Lampung perlu dicanangkan pemanfaatanya sebagai pakan ternak secara luas ditingkat petani, hal tersebut selain sebagai upaya antisipasi saat kekurangan sediaan pakan juga dapat meningkatkan bobot ternak (sapi Bali 358 gr/ekor/hr), menghemat tenaga kerja dalam penyediaan pakan hijauan sebesar 50% serta meningkatkan hasil dan bobot telur ayam.
Cara pemberian kulit buah kakao :Pemberian dalam bentuk segar
- Cacah kulit kakao dengan ukuran panjang 5 cm dan lebaran 2 cm
- Berikan pada ternak kambing 2 - 3 kg/ekor/hr atau 70% dari jumlah pakan
- Tambahkan pakan hijauan sebanyak 30%
Manfaat fermentasi kulit buah kakao adalah :
- Meningkatkan daya cerna
- Menekan efek buruk racun theobromine pada kulit buah kakao
- Meningkatkan nilai gizi pakan
Proses fermentasi :
Bahan
- Kulit buah kakao basah 1 ton dengan kadar air 70%
- Probiotik starbio 3 kg
- Pupuk urea 6 kg
- Terpal plastik
Proses pembuatan :
- Cacah kulit buah kakao segar dengan ukuran 2 cm
- Keringkan kulit buah kakao di atas terpal plastik dengan penyinaran matahari selama 6 jam atau sampai kadar air 60%
- Kulit buah kakao difermentasi dengan menggunakan starbio + urea sesuai takaran lalu aduk secara merata
- Masukkan dalam karung plastik besar/terpal plastik kemudian diikat
- Setelah 2 minggu hasil fermentasi dibongkar kemudian keringkan dengan cara diangin-anginkan. Setelah kering baru digiling dengan mesin penggiling tepung
- Pemberian pakan hasil fermentasi pada ternak dengan cara dicampur air ditambah konsentrat
Kulit buah kakao dapat dimanfaatkan sebagai substitusi
suplemen 5 – 15% dari ransum pada ternak domba dan pada ternak sapi dapat
meningkatkan Pertambahan Berat Badan Harian (PBBH) 0,9 kg/hari dengan diolah
terlebih dahulu. Kulit buah kakao perlu difermentasi terlebih dahulu untuk
menurunkan kadar lignin. Kulit kakao dapat diolah dengan cara dilakukan
fermentasi terlebuh dahulu maupun tanpa perlakukan fermentasi. Yang dapat
digunakan untuk proses fermentasi dapat menggunakan Aspergillus Niger. Dengan
pertimbangan tersebut maka perlu dilakukan kajian tentang pemanfaatan kulit
buah kakao sebagai bahan pakan bagi ternak.
Produk sampingan atau limbah dari buah kakao hampir
sebagain besar berupa kulit buah kakao yang mencapai 74 % dari produk utama
buah kakao. Tingginya persentase kulit buah kakao ini belum maksimal
dimanfaatkan. Salah satu alternatif dalam pemanfaatan kulit buah kakao adalah
dengan menjadikannya sebagai bahan pakan ternak baik ternak ruminansia maupun
ternak unggas. Selain kuantitas yang banyak yang mencapai 36.000 ton/tahun,
harganya relatif murah dan mudah didapat serta kandungan protein kasarnya cukup
tinggi yang mencapai 10 %. Jika difermentasi dengan Aspergillus
niger kadar proteinnya mencapai 16,60 %. Berdasarkan hasil
analisa proksimat kandungan protein kakao mencapai
22%. Berdasarkan analisa kimia, limbah kakao mengandung zat-zat makanan yang
dapat dimanfaatkan untuk pakan. Kulit
buah kakao mengandung 16,5% protein, 16,5 MJ/kg dan 9,8% lemak dan setelah
dilakukan fermentasi kandungan protein meningkat menjadi 21,9%.
Rekomendasi pemberian kulit kakao :
Sapi : pemberian 2 kg/ekor/hr + rumput alam ( bentuk segar dan fermentasi)
Kambing : 2-3 kg/ekor/hr dalam bentuk segar dan fermentasi
Ayam : 22% tepung kakao pada ransum ayam dalam bentuk tepung (fermentasi)
Sumber :BPTP Lampung
Langganan:
Komentar (Atom)