Selasa, 04 Maret 2014

10 Manfaat Cokelat Bagi Kesehatan




medicalera.com

Jangan kebanyakan makan cokelat, nanti giginya rusak, ato jangan kebanyakan makan cokelat ntar endut. Itu merupakan kalimat-kalimat yang biasa kita dengar apabila kita terlalu banyak makan cokelat.

Padahal ternyata cokelat mempunyai manfaat bagi kesehatan tubuh kita seperti:

1. Tinggi Antioksidan

Cokelat mengandung flavanols, sejenis flavanoid yang berfungsi sebagai anti oksidan dan membantu menangkal radikal bebas di dalam tubuh.

2. Menurunkan Tekanan Darah

Dark chocolate dari beberapa hasil penelitian mampu menurunkan tekanan darah pada orang yang mempunyai tekanan darah tinggi.

3. Menurunkan LDL Kolesterol

Makan coklat hitam secara teratur telah terbukti dapat menurunkan kolesterol LDL sebanyak 10 persen.

4. Anti Depresi Alami
Cokelat mengandung serotonin, anti-depresan alami. Cokelat juga merangsang produksi endorphin, yang menciptakan perasaan bahagia dan senang. Bahkan, dari salah satu penelitian menemukan bahwa cokelat yang  meleleh di dalam mulut akan menghasilkan perasaan menyenangkan yang jauh lebih lama dari pada berciuman penuh gairah. Hal ini mungkin menjelaskan mengapa banyak orang akan memakan cokelat ketika mereka sedang tertekan.

5. Pelawan Kanker
Beberapa penelitian telah menemukan cokelat menjadi salah satu makanan terbaik melawan kanker bersama dengan makanan seperti anggur merah, blueberry, bawang putih, dan teh. Dua cara bagaimana cokelat bekerja untuk melawan kanker, yang pertama adalah dengan menghambat pembelahan sel dan yang kedua adalah mengurangi peradangan.

6. Mencegah Kerusakan Gigi
Penelitian telah menemukan bahwa theobromine dalam cokelat mampu mencegah kerusakan gigi dengan menghilangkan streptokokus mutans, bakteri yang ditemukan di rongga mulut yang memberikan kontribusi terhadap kerusakan gigi.

7. Memperpanjang Umur dan Mengurangi Penyakit
Hasil penelitian di Belanda yang diikuti 200 pria di atas 20 tahun, menemukan bahwa mereka yang mengkonsumsi sejumlah besar coklat, baik cokelat susu dan dark chocolate, hidup lebih lama dan telah menurunkan tingkat penyakit keseluruhan daripada pria yang makan cokelat sedikit atau tidak.

Untuk memperkuat hasil penelitian tersebut, ternyata Jeanne Louise Calment salah satu orang tertua, hidup sampai usia 122 mempunyai resep panjang umur bahwa dia mengkonsumsi dark chocolate sebesar 2,5 pon dalam seminggu.

8. Tinggi Magnesium
Tanaman kakao mengandung lebih tinggi magnesium dibandingkan dengan tanaman lain. Magnesium adalah mineral penting yang membantu dalam proses regulasi sistem pencernaan, saraf, dan kardiovaskuler. Karena itu banyak orang yang mengalami kekurangan magnesium, menambahkan dark chocolate yang kaya akan magnesium untuk dapat meningkatkan kesehatan tubuhnya secara keseluruhan.

9. Pembersih Arteri
Penelitian telah menunjukkan bahwa antioksidan yang dikandung dalam kakao mampu bekerja seperti sapu yang membersihkan plak di dinding arteri.

10. Kesehatan Otak
Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa coklat hitam baik untuk kesehatan otak. Para peneliti di Johns Hopkins University menemukan bahwa cokelat mampu melindungi sel saraf otak dari kerusakan yang lebih lanjut pada saat terjadi serangan stroke. Dark chocolate juga telah diketahui mampu untuk meningkatkan memori otak manusia. Para peneliti di Institut Salk California menemukan bahwa suatu bahan kimia dalam coklat yang disebut epikatekin mampu meningkatkan memori tikus.

 

Bahaya Cokelat Jika Di Konsumsi Secara Berlebihan

Studi yang dilakukan di Boston dan telah diterbitkan di jurnal American Heart Association, mengkaji 32 ribu responden wanita Swedia yang berusia antara 48 dan 83 tahun selama sembilan tahun. Pakar diet menyatakan mengonsumsi cokelat terlalu sering malah berefek merusak dan tidak sehat bagi tubuh.

Studi juga mencatat bahwa satu atau dua sajian cokelat, sekitar 19 hingga 30 gram, per pekan dapat mengurangi risiko gagal jantung hingga 30 persen. Angka itu turun menjadi 26 persen ketika seseorang hanya memakan cokelat satu hingga tiga kali setiap bulannya.

Namun, mereka yang menyantap cokelat setiap hari malah tak terlihat mengalami penurunan risiko gangguan jantung sama sekali. Peneliti menyimpulkan efek pelindung pada cokelat akan berkurang bila menyantap kurang dari atau lebih dari ukuran optimal, yakni satu atau dua kali sajian dalam sepekan.

Mengapa terlalu banyak cokelat justru berbahaya? Pasalnya cokelat mengandung kadar gula dan lemak tinggi yang dapat memicu kenaikan bobot seseorang, demikian menurut para periset. Namun, menurut studi sebelumnya, cokelat juga mengandung konsentrasi senyawa flavonoid dalam kadar tinggi yang dapat mengurangi tekanan darah dan melindungi dari serangan jantung,

Para periset mengatakan ini adalah kali pertama efek jangka panjang terhadap gagal jantung terungkap dalam studi. "Anda tidak dapat mengabaikan bahwa cokelat merupakan makanan berkalori tinggi dan kebiasaan mengonsumsi dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko penambahan berat badan," ujar pemimpin studi sekaligus direktur Unit Riset Epidemiologi Kardiovaskular di Boston, Murray Mittleman.

 

Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi untuk Pakan Ternak Kambing

 


Cara pembuatan pakan ternak dari kulit kopi
Bahan-Bahan :
  • kulit kopi adalah 20 kg kulit kopi kering udara
  • 1 kg urea
  • 14 liter air.
Peralatan yang digunakan
  • timbangan
  • gelas ukur
  • terpal plastik
  • kantong plastik (disesuaikan dengan jumlah bahan)
  • ember
  • pengaduk
Cara pembuatannya
  • Kulit Kopi dihamparkan pada terpal / lembaran plastik berukuran 180 x 200 cm2. Masukkan 14 liter air ke dalam ember, dan masukkan pula 1 kg urea ke dalamnya. Aduk terus sampai semua urea terlarut.
  • Siramkan larutan urea ke kulit kopi secara merata, kemudian dibolak-balik sampai seluruh bagian kulit basah oleh larutan tersebut. Masukkan kulit kopi ke dalam plastik kantong (90x 100 cm) secara rangkap, kemudian dipadatkan, dan diikat erat-erat.
  • Pastikan tak ada kebocoran pada kantong plastik. Setelah empat minggu, amoniasi kulit kopi sudah dapat dibuka. Amoniasi diangin-anginkan selama 1-2 hari, sampai bau menyengat amoniak hilang. Sekarang, hasil amoniasi bisa digunakan sebagai pakan sapi atau domba.
  • Kulit kopi yang telah diamonasi mempunyai kandungan protein 17,88 %, kecernaan 50 % (semula 40 %), VFA 143 mM (semula 102 mM) dan NH3 12,04 mM (semula 4,8 mM).
  • Struktur dinding sel kulit kopi juga menjadi lebih amorf dan tidak berdebu, sehingga lebih mudah ditangani. Dalam keadaan tertutup (plastik belum dibuka / dibongkar), bahan pakan yang diamoniasi dapat tahan lama.
  • Penggunaan limbah kopi terfermentasi sebanyak 200 gram/ekor/hari (kambing)


 Hasil Analisis Proksimat Limbah Kopi
No
Perlakuan
Komposisi (%)
Protein kasar
Serat kasar
Lemak
Kalsium
Phosfor
1
Tanpa fermentasi
6,67
21,40
1,04
0,21
0,03
2
Fermentai dengan Aspergillus niger
12,43
11,05
1,05
0,34
0,07
3
Dedak
10,06
14,68
10,45
0,01
1,16
Data :Analisis dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak-Ciawi, Bogor

Minggu, 02 Maret 2014

KULIT KAKAO SEBAGAI PAKAN TERNAK

KULIT KAKAO SEBAGAI PAKAN TERNAK

 

 

 

 

 

 

 Kulit kakao merupakan limbah pada perkebunan rakyat yang selalu berlimpah dan belum dikelola secara baik. Sebagian petani telah memanfaatkannya sebagai pakan ternak kambing. Seiring semakin meningkatnya usaha pengembangan ternak di Lampung perlu dicanangkan pemanfaatanya sebagai pakan ternak secara luas ditingkat petani, hal tersebut selain sebagai upaya antisipasi saat kekurangan sediaan pakan juga dapat meningkatkan bobot ternak (sapi Bali 358 gr/ekor/hr), menghemat tenaga kerja dalam penyediaan pakan hijauan sebesar 50% serta meningkatkan hasil dan bobot telur ayam.

Cara pemberian kulit buah kakao :
Pemberian dalam bentuk segar
- Cacah kulit kakao dengan ukuran panjang 5 cm dan lebaran 2 cm
- Berikan pada ternak kambing 2 - 3 kg/ekor/hr atau 70% dari jumlah pakan
- Tambahkan pakan hijauan sebanyak 30%
Manfaat fermentasi kulit buah kakao adalah :
- Meningkatkan daya cerna
- Menekan efek buruk racun theobromine pada kulit buah kakao
- Meningkatkan nilai gizi pakan
Proses fermentasi :
Bahan
- Kulit buah kakao basah 1 ton dengan kadar air 70%
- Probiotik starbio 3 kg
- Pupuk urea 6 kg
- Terpal plastik

Proses pembuatan :
- Cacah kulit buah kakao segar dengan ukuran 2 cm
- Keringkan kulit buah kakao di atas terpal plastik dengan penyinaran matahari selama 6 jam atau sampai kadar air 60%
- Kulit buah kakao difermentasi dengan menggunakan starbio + urea sesuai takaran lalu aduk secara merata
- Masukkan dalam karung plastik besar/terpal plastik kemudian diikat
- Setelah 2 minggu hasil fermentasi dibongkar kemudian keringkan dengan cara diangin-anginkan. Setelah kering baru digiling    dengan mesin penggiling tepung
- Pemberian pakan hasil fermentasi pada ternak dengan cara dicampur air ditambah konsentrat
 


Kulit buah kakao dapat dimanfaatkan sebagai substitusi suplemen 5 – 15% dari ransum pada ternak domba dan pada ternak sapi dapat meningkatkan Pertambahan Berat Badan Harian (PBBH) 0,9 kg/hari dengan diolah terlebih dahulu. Kulit buah kakao perlu difermentasi terlebih dahulu untuk menurunkan kadar lignin. Kulit kakao dapat diolah dengan cara dilakukan fermentasi terlebuh dahulu maupun tanpa perlakukan fermentasi. Yang dapat digunakan untuk proses fermentasi dapat menggunakan Aspergillus Niger. Dengan pertimbangan tersebut maka perlu dilakukan kajian tentang pemanfaatan kulit buah kakao sebagai bahan pakan bagi ternak.
Produk sampingan atau limbah dari buah kakao hampir sebagain besar berupa kulit buah kakao yang mencapai 74 % dari produk utama buah kakao. Tingginya persentase kulit buah kakao ini belum maksimal dimanfaatkan. Salah satu alternatif dalam pemanfaatan kulit buah kakao adalah dengan menjadikannya sebagai bahan pakan ternak baik ternak ruminansia maupun ternak unggas. Selain kuantitas yang banyak yang mencapai 36.000 ton/tahun, harganya relatif murah dan mudah didapat serta kandungan protein kasarnya cukup tinggi yang mencapai 10 %. Jika difermentasi dengan Aspergillus niger kadar proteinnya mencapai 16,60 %. Berdasarkan hasil analisa proksimat  kandungan protein kakao mencapai 22%. Berdasarkan analisa kimia, limbah kakao mengandung zat-zat makanan yang dapat dimanfaatkan untuk pakan. Kulit buah kakao mengandung 16,5% protein, 16,5 MJ/kg dan 9,8% lemak dan setelah dilakukan fermentasi kandungan protein meningkat menjadi 21,9%.
 

 
Rekomendasi pemberian kulit kakao :
Sapi  : pemberian 2 kg/ekor/hr + rumput alam ( bentuk segar dan fermentasi)
Kambing : 2-3 kg/ekor/hr dalam bentuk segar dan fermentasi
Ayam  : 22% tepung kakao pada ransum ayam  dalam bentuk tepung (fermentasi)
Sumber :BPTP Lampung