Senin, 24 Februari 2014

penanggulangan Jamur Upas pada Tanaman Karet, Kopi< Kakao dan Teh



PENANGGULANGAN JAMUR AKAR PADA KARET, KOPI, KAKAO DAN TEH
DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII (Persero)

Jamur Akar adalah Jamur patogen yang banyak menyerang tanaman perkebunan diantaranya Karet, Kopi, Kakao dan Teh. Gejala serangan Jamur Akar adalah daun terlihat pucat kuning dan selanjutnya gugur serta ujung ranting menjadi mati.
Pada serangan berat, akar tanaman menjadi busuk sehingga tanaman mudah tumbang dan mati. Kematian tanaman sering merambat pada tanaman sekitarnya. Penyakit Jamur Akar sering dijumpai pada tanaman yang kurang dirawat, terutama pada pertanaman yang bersemak, banyak tunggul atau sisa akar tanaman dan pada tanah gembur atau berpasir.
Penyebaran :
·      Penularan jamur biasanya berlangsung melalui kontak akar tanaman sehat ke tunggul- tunggul, sisa akar tanaman atau perakaran tanaman sakit
·       Terbawa air hujan
·       Binatang, alat-alat pertanian
·       Benih yang membawa inokulum pada tanahnya.
Pengendalian penyakit :
·         Gali tanah di sekitar perakaran pohon terserang
·         Taburkan Trichoderma 100 - 150 g/pohon
·         Tutup hasil taburan dengan tanah
·         Jika serangan Jamur Akar sampai ke pangkal batang, kupas kulit batang kemudian semprot dengan fungisida
·         Amati hasil pengendalian minimal 3 bulan setelah aplikasi
·         Jika serangan berlanjut, lakukan pengendalian dengan carayang sama
·         Potong dan bakar pohon yang sudah mati
·         Taburkan Trichoderma di sekitar tunggul yang sudah lapuk
·         Jangan langsung lakukan penanaman bibit pala di sekitar bekas tanaman terserang
·         Untuk memutus siklus Jamur Akar, lakukan penanaman dengan tanaman yang bersifat antagonis terhadap Jamur Akar
·         Lakukan pemeliharaan tanaman sesuai petunjuk budidaya anjuran
·         Lakukan monitoring secara berkala
·         Lakukan sanitasi lingkungan
·         Melakukan penanaman tumpang sari.
1. Bukan inang hama penyakit
2. Mempunyai nilai ekonomi tinggi
3. Tidak bersifat merugikan/kompetisi
4. Sesuai secara ekologi
5. Tanaman bersifat antagonis terhadap jamur akar.
·         Tanaman tumpang sari yang dianjurkan antara lain :
1. Kunyit
2. Jahe
3. Sari Wangi
4. Lengkuas
5. dll
(Sumber: UNDP dan BALITTRI)
A.    TANAMAN KARET
1.      Gejala pada tanaman karet akibat JAP (Jamur akar putih)
http://lantunanhati.files.wordpress.com/2012/07/jamur-akar-putih.jpg
http://3.bp.blogspot.com/-2oWfuPMqnLU/UbbOtYeBUKI/AAAAAAAAAis/wX6PvwG9UJ0/s640/JAP.jpg
Gambar 1. Jamur akar putih
  • Tanaman yang terserang jamur akar putih daun-daunya terlihat kusam, permukaan daun menelungkup, layu dan gugur, adakalanya tanaman membentuk bunga/buah lebih awal.
  • Terbentuk buah lebih awal pada tanaman muda yang seharusnya belum cukup waktunya berbuah dan bertajuk tipis.
  • Apabila perakaran dibuka maka pada permukaan akar terdapat semacam benang-benang berwarna putih kekuningan menempel dan pipih menyerupai akar rambut yang menempel kuat dan sulit dilepas.
  • Gejala lanjut akar membusuk, lunak dan berwarna coklat.
  • Mati mendadak seperti tersiram air panas pada musim hujan.
  • Serangan lebih lanjut akan membentuk badan buah berbentuk setengah lingkaran yang tumbuh pada pangkal batang. Badan buah berwarna pink dengan tepi berwarna kuning muda atau keputihan.
2. Penyebap terjadinya serangan Jamur akar putih.
  • Lahan yang dipenuhi oleh sisa-sisa tanaman hutan atau bekas tanaman karet yang tidak dicabut dan dibakar yang menjadi sarang koloni JAP.
  • Tanaman yang telah terinfeksi tidak di isolasi sehingga akar yang terkena JAP dapat kontak dengan  akar tanaman karet yang sehat.
  • Spora jamur yang ada di sekitar perkebunan terbawa angin dan hewan yang dapat menularkan tanaman lain.
  • Areal yang memang menjadi habitat JAP.
  • Klon karet yang tidak toleran terhadap JAP.
3. Faktor yang mempengaruhi perkembangan penyakit JAP.
Umumnya penyakit jamur akar putih Rigidoporus lignosus berjangkit dan mengakibatkan banyak kematian pada pertanaman karet muda yang berumur 2-4 tahun. Masalah tersebut umumnya timbul setelah suatu kebun karet diremajakan atau suatu hutan dikonversikan menjadi kebun karet. Timbulnya penyakit akar R. lignosus erat hubungannya dengan kebersihan lahan. Tunggul atau sisa tebangan pohon, perdu dan semak yang tertinggal dalam tanah merupakan substrat R. lignosus. Potensi R. lignosus sangat ditentukan oleh banyaknya tunggul di lahan yang bersangkutan. Lama bertahan R. lignosus dalam tanah disamping ditentukan oleh hal tersebut juga ditentukan oleh ikut sertanya organisme renik yang melapukkan tunggul. Jamur akar putih berkembang dengan baik pada tanah posporus hingga di daerah. Penularan penyakit terjadi karena adanya kontak antara akar sakit dan sehat atau adanya miselium yang tumbuh dari food base di sekitar perakaran tanaman sehat. Lama penularan penyakit pada tanah berpasir dapat bervariasi antara 1-2 tahun.


4. Pengendalian penyakit jamur akar putih.
Pencegahan Penyakit Jamur Akar Putih pada tanaman karet dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  • Pembongkaran atau pemusnahan tunggul akar tanaman.
  • Penanaman bibit sehat. Bibit stum mata tidur yang akan dimasukkan ke polybag atau akan ditanam sebaiknya diseleksi dulu, bibit yang tertular masih dapat digunakan dengan cara mencelupkan bagian perakaran dengan larutan terusi 2%.
  • Pada areal yang rawan jamur akar putih, yaitu lahan yang terdapat banyak tunggul, tanah gembur dan lembab sebaiknya tanaman ditaburi belerang sebanyak 100-200 gr/pohon selebar 100 cm, yang kemudian dibuat alur agar belerang masuk kedalam perakaran. Pemberian belerang ini diberikan setiap tahun sekali sampai dengan tanaman berumur lima tahun.
  • Pemupukan yang rutin agar tanaman sehat.

Pengendalian penyakit JAP saat ini lebih dititikberatkan pada pengendalian hama/penyakit terpadu (PHT) sejalan dengan peraturan pemerintah tentang Integrated Pest Management (IPM) yaitu dengan menggabungkan beberapa komponen pengendalian seperti kultur teknis, biologis dan kimiawi sebagai berikut:
  • Menanam klon yang tahan seperti BPM 107, PB 260, PB 330, AVROS 2037, PBM 109, IRR 104, PB 217, PB 340, PBM 1, PR 261, dan RRIC 100, IRR 5, IRR 39, IRR 42, IRR 112 dan IRR 118.
  • Jarak tanam diatur tidak terlalu rapat.
  • Akar yang masih menunjukkan gejala awal (sarang laba-laba) segera dioles dengan fungisida Bubur Bordo, Bubur Bordo dan fungisida yang mengandung unsur tembaga tidak dianjurkan pada tanaman yang telah disadap, karena dapat merusak mutu lateks.
  • Pada kulit yang mulai membusuk harus dikupas sampai bagian kulit sehat.
  • kemudian dioles fungisida hingga 30 cm keatas dan ke bawah dari bagian yang sakit.

                Pengolesan fungisida dilakukan dengan cara menghilangkan lapisan miselium atau rizomorpha cendawan akar. Pada permukaan akar dikerok, kemudian diolesi dengan fungisida (pohon yang terserang digali sampai menemukan akar yang terserang jamur akar putih, kemudian dibiarkan terbuka selama kurang lebih 2 minggu dan akar yang terserang di oles Bayleton dengan kosentrasi 0.2 %, ditaburi belerang dan tanah ditutup kembali)
            Upaya pencegahan dilakukan dengan cara pohon sekitar diberi Trichoderma spp dan membuat parit isolasi (mengelilingi) dengan jarak 2 pohon dari pohon terserang (dalam parit 60 cm lebar 40 cm), kemudian parit ditaburi belerang setelah + 2 minggu di aplikasi Trichoderma spp.

5.        Secara Kultur Teknis
Pengendalian secara kultur teknis dapat dilakukan melalui beberapa tindakan diantaranya pengolahan tanah, seleksi bibit, pemeliharaan tanaman dan penanaman kacangan penutup tanah.

a. Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah secara mekanis bertujuan untuk menghilangkan sumber infeksi, menyingkirkan tunggul dan sisa-sisa akar tanaman sebelumnya yang dapat menjadi sumber infeksi. Pada akar karet berdiameter 1 cm dengan panjang 4 cm cukup untuk menjamin ketersediaan makanan R. lignosus hingga kurang lebih 4 bulan pada tanah tanpa penutup kacangan dan 3 bulan pada penutup tanah kacangan. Oleh sebab itu disamping tunggul, akar-akar lateral perlu dimusnahkan.
http://1.bp.blogspot.com/-sitHIXCIwww/UbbPDRMHp-I/AAAAAAAAAi0/iq23PItp46U/s1600/preview010.png
Gambar 2. Pengolahan Tanah

b. Seleksi Bibit
Seleksi bibit sebagai bahan tanam merupakan pekerjaan penting yang harus dilakukan, namun pada kenyataannya hal itu selalu diremehkan bahkan diabaikan, sehingga setelah satu tahun bahkan enam bulan ditanam di lapangan banyak tanaman yang mati disebabkan oleh JAP. Hal ini membuktikan bahwa bibit tersebut telah terinfeksi oleh JAP sebelum dipindahkan ke lapangan. Sebagai akibatnya bukan saja biaya pemeliharaan meningkat akan tetapi penyiapan pohon untuk penyisipan selalu menjadi kendala (tidak tersedia).

c. Penanaman Kacangan Penutup Tanah
Pada tahun 1960-an, perkebunan karet dianjutkan agar bebas dari persaingan sehingga tanpa ada gulma di sekitar tanaman. Tetapi hasil penelitian menunjukkan bahwa secara jangka panjang cara tersebut berdampak negatif terutama terjadi erosi akibat hujan. Oleh karena itu kebijaksanaan yang ditempuh dewasa ini adalah membangun kacangan sebagai penutup tanah pada tanaman TBM atau lebih dianjurkan sebelum tanaman karet ditanam. Hasil penelitian kacangan sebagai penutup tanah menunjukkan bahwa tanaman kacangan ternyata dapat mengurangi tingkat serangan JAP. Hal ini disebabkan penutup tanah kacangan disaping dapat mempercepat pembusukan sisa-sisa akar juga mendorong atau meningkatkan mikroba tanah seperti Actinomycetes atau jamur-jamur lain yang bersifat antagonis terhadap R. lignosus.

http://3.bp.blogspot.com/-BwkSn6qyyNU/UbbPRAqUuPI/AAAAAAAAAi8/u35IcbQnh_U/s320/karet.jpg
Gambar 3. Penanaman Penutup Tanah pada TBM

Serangan jamur akar putih merupakan permasalahan yang sering dihadapi di perkebunan karet. Untuk menekan serangan dengan cara yang alami adalah dengan menanam tanaman sela di sekitarnya. Salahsatu tanaman sela yang dapat membasminya adalah jahe.
Dilihat dari kenyataannya, masih banyak pekebun yang menggunakan pestisida yang berlebihan dalam membasmi hama dan penyakit di perkebunan karet. Padahal penggunaan pestisida yang berlebihan akan membuat hama dan penyakit semakin berkembang pesat.
Penggunaan tanaman sela di perkebunan karet merupakan salahsatu media pembasmi jamur akar putih. Jahe dapat digunakan sebagai tanaman sela di perkebunan karet. Akar dari jahe dapat menghambat penyebaran akar jamur putih dan daunnya merupakan makanan dari ulat api.
Jamur akar putih akan menyerang pada pohon karet yang baru berusia 2-4 tahun. Jamur akar putih ini menyerang akar pada pohon karet. Pohon karet yang terserang jamur akar putih, permukaan akarnya akan ditumbuhi oleh benang-benang jamur berwarna putih.
Benang-benang tersebut akan menempel pada akar pohon karet dan sulit untuk dilepas. Jamur akar putih ini menghambat enzim yang diperlukan bagi kulit dan kayu pohon karet, sehingga lama-kelamaan pohon karet tersebut akan layu dan pada akhirnya mati.
Jamur akar putih ini sangat berbahaya bagi pohon karet yang masih bagus, karena sifat dari penyakit jamur akar putih ini menular. Untuk pohon karet yang sudah mati akibat terserang jamur akar putih harus segera dimusnakan, karena akan menyerang dalam waktu singkat. Jamur akar putih ini akan terus menyerang apabila benang-benang dari pohon yang mati, tidak dibersihkan secara tuntas.
jamur-akar
Gambar 4. Tumpang Sari dengan Tanaman Jahe
B.                 TANAMAN KOPI
Penyakit akar pada tanaman Kopi ada dua macam yaitu; jamur akar coklat (Fomes noxius) dan jamur akar hitam (Rosellinia bunodes). Keduanya menular melalui kontak akar. Penyakit ini dapat terjadi pada berbagai umur tanaman dan dapat mematikan tanaman. Gejala tanaman terserang warna daun hijau kekuningan, kusam, layu dan menggantung. Seluruh daun menguning kemudian layu secara serempak, akhirnya mengering di cabang.
Gejala khas jamur akar coklat, terutama akar tunggang tertutup oleh kerak yang terdiri dari butir-butir tanah yang melekat kuat. Diantara butir-butir tanah tampak adanya anyaman benang jamur coklat kehitaman. kayu akar yang sakit membusuk, kering dan lunak.
Gejala khas jamur akar hitam, pada pangkal batang dan permukaan kayu akar terdapat benang-benang cendawan yang berwarna hitam. Kulit yang terserang menjadi busuk, pada pangkal leher akar terbentuk callus (bakal akar).. Penyebaran dan perkembangan penyakit lebih cepat pada tanah berpasir dan lembab.
Gambar 5. Akar Tanaman Kopi yang Terserang Jamur Akar

Pengendalian: Pengolesan fungisida dilakukan dengan cara menghilangkan lapisan miselium atau rizomorpha cendawan akar. Pada permukaan akar dikerok, kemudian diolesi dengan fungisida (pohon yang terserang digali sampai menemukan akar yang terserang jamur akar putih, kemudian dibiarkan terbuka selama kurang lebih 2 minggu dan akar yang terserang di oles Bayleton dengan kosentrasi 0.2 %, ditaburi belerang dan tanah ditutup kembali)       
            Upaya pencegahan dilakukan dengan cara pohon sekitar diberi Trichoderma spp dan membuat parit isolasi (mengelilingi) dengan jarak 2 pohon dari pohon terserang (dalam parit 60 cm lebar 40 cm), kemudian parit ditaburi belerang setelah + 2 minggu di aplikasi Trichoderma spp.
C.           TANAMAN KAKAO
Penyakit akar dapat menimbulkan kerugian yang besar. Tetapi serangan penyakit akar ini biasanya hanya lokal dan sering menyerang tanaman baru di perkebunan yang pengolahan lahan tidak dilakukan dengan baik. Sisa-sisa akar pohon yang terkena cendawan akar menjadi infeksi bagi tanaman Kakao.
Walaupun penyebab penyakit ini berlainan, tetapi gejalanya hampir sama. Pada stadium permulaan terjadinya penyakit akar ini sukar diketahui, karena serangannya pada akar dalam tanah. Tetapi setelah banyak akar yang rusak, maka gejala sebagai akibat tidak langsung dari penyakit ini adalah menguningnya daun yang akhirnya menjadi layu, berwarna cokelat dan tetap menggantung pada pohon walaupun pohon tersebut sudah mati.
Untuk membedakan penyebabnya, tanah yang menutupi perakaran harus digali dan akar dibersihkan dari kotoran yang menempel, sehingga dapat terlihat tanda penyebabnya. Petunjuk berikut ini dapat digunakan untuk membedakan penyebab penyakit akar yang berlainan pada tanaman Kakao.
1.             Penyakit Akar Putih
Pada permukaan leher akar atau pangkal batang terdapat rizomorpha tipis berwarna putih. Penyakit akar putih disebabkan jamur Rigidoporus lignosus, jamur ini bertahan pada sisa-sisa akar dan tanaman kayu. Penularan melalui rhizomorf yang menjadi perantara dan dapat menjalar bebas dalam tanah. Infeksi jamur ini terutama terjadi pada kebun muda.
2.             Penyakit Akar Merah
Pada permukaan akar terdapat rizomorpha yang tipis, yang dalam keadaan kering berwarna agak merah kebiru-biruan, tetapi jika basah berwarna merah anggur. Pada waaktu masih muda, rizomorfa ini berwarna putih. Penyakit akar merah disebabkan oleh jamur Ganoderma pseudofereum. kelembaban tanah sangat berpengaruh terhadap perkembangan jamur. Penularan terjadi dengan kontak akar sakit dengan yang sehat.
http://epetani.deptan.go.id/sites/default/files/images/Gbr_PenyakitBusukAkar.JPG
Gambar 6. Tanaman Kakao terserang Jamur Akar

3.             Penyakit Akar Cokelat
Pada permukaan akar terdapat jaringan benang cendawan yang bercampur dengan pasir yang liat dan lengket kuat sehingga merupakan kerak. Kerak ini tidak akan lepas walaupun disikat dengan dibasahi air. Pada bagian kayu dari kar terlihat adanya garis berwarna merah kecoklatan. Penyakit akar cokelat disebabkan oleh jamur Fomes lamaoensis, penularan terjadi dengan kontak langsung antara akar sakit dan sehat. Jamur menyerang akar tunggang dan selanjutnya menyerang ke akar – akar besar. Jika seluruh permukaan akar telah ditutupi jamur ini maka aka menyebabkan kematian pada tanaman.
4.             Penyakit Akar Hitam
Pada permukaan akar terdapat rizomorpha berwarna hitam dan pipih. Rizomorpha ini ketika masih muda berwarna putih. Pada bagian yang hitam akan terlihat adanya bintil kecil berwarna hitam pula. Penyakit ini disebut penyakit cendawan akar hitam. Penyakit ini disebabkan oleh dua jenis cendawan Ascomycetes, yaitu:
·         Rosellinia arcuata Petch; gejalanya adalah dinding perithesianya licin dan jika dibuka bagian dari kulit akar yang terserang terlihat adanya miselia yang berbentuk bintang berwarna kuning.
·         Rosellinia bumodes; gejalanya adalah dinding perithesianya mempunyai permukaan yang kasar dan jika dibuka bagian kulit akarnya akan terlihat adanya garis-garis pendek yang berwarna hitam.
Pada umumnya penularan penyakit ini melalui kontak antara akar sakit dengan akar yang sehat, walaupun ada beberapa cendawan jenis ini yang tumbuh di tanah. Penyebaran dengan spora kemungkinan sangat kecil.
            Untuk mengatasi penyakit akar ini dapat dilakukan seperti penanggulangan Jamur Akar pada Kopi. Cara yang dapat dilakukan adalah pembuatan parit isolasi sekitar tanaman yang terserang, pembongkaran dan pemusnahan tanaman yang terserang, dan pengolesan dengan fungisida untuk tanaman yang belum terserang parah. Pengolesan fungisida dilakukan dengan cara menghilangkan lapisan miselium atau rizomorpha cendawan akar. Pada permukaan akar dikerok, kemudian diolesi dengan fungisida (pohon yang terserang digali sampai menemukan akar yang terserang jamur akar putih, kemudian dibiarkan terbuka selama kurang lebih 2 minggu dan akar yang terserang di oles Bayleton dengan kosentrasi 0.2 %, ditaburi belerang dan tanah ditutup kembali)       
            Upaya pencegahan dilakukan dengan cara pohon sekitar diberi Trichoderma spp dan membuat parit isolasi (mengelilingi) dengan jarak 2 pohon dari pohon terserang (dalam parit 60 cm lebar 40 cm), kemudian parit ditaburi belerang setelah + 2 minggu di aplikasi Trichoderma spp.

D.                TANAMAN TEH
1.                  Akar Merah

Penyebab Penyakit : Jamur Ganoderma Philippii

Gejala serangan daun mengungin, layu, rontok, akhirnya tanaman mati. jika akar tanaman sedikit digali, pada permuakaan akar tampak benang-benang jamur berwarna merah yang meluas membentuk selaput-selaput.

Benang-benang dan selaput mempunyai permukaan yang halus dan tidak mengikat butir-butir tanah, berwarna merah muda, jika kering berwarna putih kotor, tetapi akan menjadi merah kembali kalu dibasahi. Pada umur lebih tua berubah warna menjadi merah kecokelatan. Jika akar busuk, warna berubah menjadi lembayung. Kayu pada akar yang sakit menjadi lunak dan mengeluarkan air jika sedikit ditekan dengan jari

Daur hidup jamur berasal dari pohon-pohon tua yang terdapat sebelum lahan ditanami teh. Sebagian besar infeksi berasal dari tunggul perdu teh atau pohon pelindung yang lama. Penularan penyakit karena adanya kontak antara akar yang sakit dengna yang sehat.

Faktor yang berpengaruh;

  • Kelembapan tanah yang tinggi
  • Pohon pelindung yang rentan dapat membantu penularan

Pengendalian;

  • Tidak menggunakan pohon pelindung yang rentan.
  • Tanaman yang sakit dibongkar dan dibakar
  • dibuar saluran isolasi sedalam (dalam parit 60 cm lebar 40 cm).
  • pemanfaatn organisme antagonis, yaitu Thricoderma Spp.
  • Peremajaan, tanaman teh tua dibongkar beserta akar akarnya
  • Pembuakan leher akar dari dua baris perdu yang masih nampak sehat

 

2.                  Akar Hitam

Penyebab Penyakit : Jamur Rosellinia Arcuata

Gejala serangan daun menguning, layu, rontok akhirnya mati. Jika tanaman yang sakit dibongkar, pada permukaan akr terdapat jaringan benang-benang jamur berwarna hitam. Pada saat masih muda, warna benang-benang tersebut putih, lalu menjadi kelabu, akhirnya kelabu kehitaman.


http://www.scielo.br/img/revistas/tpp/v33n2/a02fig2a.gif
Gambar 7. Tanaman Teh Terserang Jamur Akar

Daur hidup jamur dapat menulra melalu kontak antara akar yang sehat dengan akar yang sakit. Jamur juga dapat menular melalui rhizomorf (hifa yang memiliki bentuk dan fungsi sama dengan akar) di dalam. miselium yang berkembang diatas tanah sebagai sprofit pada sampah-sampah yang terdapat dibawah perdu-perdu teh

Faktor yang berpengaruh tanaman pelindung yang rentan, seperti lamtoro dan orok-orok memicu perkembangan penyakit. Pengendalian :

  • Tidak menanam pohon pelindung yang rentan terhadap jamur
  • Tanaman yang sakit dibongkar, semua akarnya diambil
  • pembuatan saluran isolasi sedalam (dalam parit 60 cm lebar 40 cm)
  • Peremajaan, tanaman tua di bongkar beserta akar akarnya.








Serangan hama dan penyakit jika tidak dikelola dengan tepat maka akan mengakibatkan ketidakseimbangan ekosistem. Selain dari itu, serangan hama dan penyakit berdampak pada prokduktifitas dan kualitas yang ada. Diantaranya adalah menurunkan rata-rata pertumbuhan, kualitas kayu, menurunkan daya kecambah biji dan pada dampak yang besar akan mempengaruhi pada kenampakan fisik tanaman.
Jamur Akar menular melalui kontak akar, umumnya penyakit akar terjadi pada pertanaman baru bekas hutan. Pembukaan lahan yang tidak sempurna, karena banyak tunggul dan sisa-sisa akar sakit dari tanaman sebelumnya tertinggal di dalam tanah akan menjadi sumber penyakit. Penyakit ini mempunyai gejala: daun menguning, layu dan gugur, kemudian diikuti dengan kematian tanaman. Untuk mengetahui penyebabnya, harus melalui pemeriksaan akar.
Pencegahan penyakit dilakukan dengan membongkar semua tunggul pada saat persiapan lahan terutama yang terinfeksi jamur akar. Lubang bekas bongkaran diberi 150 gr belerang dan dibiarkan minimal 6 bulan. Pada saat tanam diberi 100 gr Trichoderma sp. per lubang. Pada areal pertanaman, pohon yang terserang berat dibongkar sampai ke akarnya dan dibakar di tempat itu juga. Lubang bekas bongkaran dibiarkan terkena sinar matahari selama 1 tahun. Minimal 4 pohon di sekitarnya diberi Trichoderma sp. 200 gr/pohon pada awal musim hujan dan diulang setiap 6 bulan sekali sampai tidak ditemukan gejala penyakit akar di areal pertanaman tersebut.



Selain pencegahan diatas dapat pula dilakukan dengan membuat parit isolasi dengan (dalam parit 60 cm lebar 40 cm).
Pembuatan parit isolasi ini dimaksudkan untuk:
1. Mencegah akar tanaman yang sakit bersentuhan dengan tanaman yang sehat sehingga penyebaran penyakit akar ini dapat ditekan.
2. Parit isolasi ini juga berfungsi sebagai jalan masuknya sinar matahari. Sehingga kelembaban di sekitar parit dapat dikurangi dengan adanaya sinar matahari yang sampai kekedalaman parit isolasi.
3. Parit isolasi juga dapat sebagai saluran drainase agar areal bebas gengan air pada musim hujan.
Tetapi parit isolasi tidak efektif jika saat hujan turun karena air hujan menggenang dan spora spora jamur akar akan berada digenangan dan akan lebih parah lagi jika penyerapan air digenangan tidak secara lancar. Hal ini dapat menghanyutkan spora spora dan menjangkiti tanaman yang sehat.
Agar parit isolasi dapat berfungsi dengan baik maka dilakukan pemeliharaan dengan cara:
1.         Bersihkan parit dengan cangkul dari tanaman pengganggu, parit yang runtuh diperbaiki kembali dengan cangkul.
2.         Dasar parit dibuat miring agar air dapat mengalir dengan lancar
3.         Agar air dapat mengalir di parit perlu dilakukan penataan parit pada tanaman yang sakit
4.         Pembuatan parit isolasi ini dimaksudkan untuk mencegah akar tanaman yang sakit bersentuhan dengan tanaman kakao yang sehat, Parit isolasi ini juga berfungsi sebagai jalan masuknya sinar matahari, Parit isolasi juga dapat sebagai saluran drainase agar areal bebas gengan air pada musim hujan
5.         Parit isolasi tidak efektif jika saat hujan turun karena air hujan menggenang dan spora spora jamur akar akan berada digenangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar